Aristo Aldero

http://51416089.student.gunadarma.ac.id/

Blog Archive

  • ►  2020 (4)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (3)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
  • ►  2018 (2)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
  • ▼  2016 (5)
    • ▼  December (4)
      • Perbedaan masyarakat perdesaan dan perkotaan M...
      • Penduduk dan Permasalahannya Penduduk atau war...
      • Pengaruh Teknologi Terhadap Lingkungan Teknologi...
      • Nyadran 1. Pengertian Nyadran berasal dari ba...
    • ►  October (1)
Powered by Blogger.
studentsite.gunadarma.ac.id

About Me

Andro
View my complete profile
Perbedaan masyarakat perdesaan dan perkotaan

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

A. Masyarakat Desa (Rural Society)

Secara awam masyarakat desa sering diartikan sebagai masyarakat tradisional dari masyarakat primitif (sederhana). Namun pandangan tersebut sebetulnya kurang tepat, karena masyarakat desa adalah masyarakat yang tinggal di suatu kawasan, wilayah, teritorial tertentu yang disebut desa. Sedangkan masyarakat tradisional adalah masyarakat. yang menguasaan ipteknya rendah sehingga hidupnya masih sederhana dan belum kompleks. Memang tidak dapat dipungkiri masyarakat desa dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, ukurannya terdapat pada masyarakat desa yaitu bersifat tradisional dan hidupnya masih sederhana, karena desa-desa di Indonesia pada umumnya jauh dari pengaruh budaya asing/luar yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan pola hidupnya.

Adapun ciri-ciri masyarakat desa antara lain :
  • Anggota komunitas kecil
  • Hubungan antar individu bersifat kekeluargaan
  • Sistem kepemimpinan informal
  • Ketergantungan terhadap alam tinggi
  • Religius magis artinya sangat baik menjaga lingkungan dan menjaga jarak dengan penciptanya, cara yang ditempuh antara lain melaksanakan ritus pada masa-masa yang dianggap penting misalnya saat kelahiran, khitanan, kematian dan syukuran pada masa panen, bersih desa.
  • Rasa solidaritas dan gotong royong tinggi
  • Kontrol sosial antara warga kuat
  • hubungan antara pemimpin dengan warganya bersifat informal
  • Pembagian kerja tidak tegas, karena belum terjadi spesialisasi pekerjaan
  • Patuh terhadap nilai-nilai dan norma yang berlaku di desanya (tradisi)
  • Tingkat mobilitas sosialnya rendah
  • Penghidupan utama adalah petani. 


B. Masyarakat Perkotaan
Warga belajar--sekalian, Membahas masyarakat perkotaan sebetulnya tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat desa karena antara desa dengan kota ada hubungan konsentrasi penduduk dengan gejala-gejala sosial yang dinamakan urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa kekota. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karen terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian dan datang dari berbagai ras, etnis, dan agama.

Mereka datang ke kota dengan berbagai kepentingan dan melihat kota sebagai tempat yang memiliki stimulus (rangsangan) untuk mewujudkan keinginan. Maka tidaklah aneh apabila kehidupan di kota diwarnai oleh sikap yang individualistis karena mereka memiliki kepentingan yang beragam. Lahan pemukiman di kota relatif sempit dibandingkan di desa karena jumlah penduduknya yang relatif besar maka mata pencaharian yang cocok adalah disektor formal seperti pegawai negeri, pegawai swasta dan di sektor non-formal seperti pedagang, bidang jasa dan sebagainya. Sektor pertanian kurang tepat dikerjakan di kota karena luas lahan menjadi masalah apabila ada yang bertani maka dilakukan secara hidroponik. Kondisi kota membentuk pola perilaku yang berbeda dengan di desa, yaitu serba praktis dan realistis.

Ciri-ciri masyarakat kota (urban) antara lain :
  • Kehidupan keagaam berkurang, karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler
  • Sikap mandiri yang kuat  dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingg cenderung individualistis
  • Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/ keahlian
  • Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan.
  • Sangat menghargai waktu sehingga perlu adanya perencanaan yang matang.
  • Masyarakat cerderung terbuka terhadap perubahan didaerah tertentu (slum) 
  • Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi
  • Kontrol sosial antar warga relatif rendah
  • Kehidupan bersifat non agraris dan menuju kepada spesialisasi keterampilan
  • Mobilitas sosialnya sangat tinggi karena penduduknya bersifat dinamis, memamanfaatkan waktu dan kesempatan, kreatif, dan inovatif.
Penduduk dan Permasalahannya

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:
  • Orang yang tinggal di daerah tersebut
  • Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Berikut merupakan 10 besar negara dengan populasi terbanyak

UrutanNegaraLuas m kubik
Pertumbuhan /tahunPertumbuhan /hari



1.China9,596,960
0.427%16,190
2.India3,287,5901.184%43,044
3.United States of America9,826,6300.727%6,453
4.Indonesia1,919,440
1.124%8,025
5.Brazil8,511,9650.799%4,590
6.Pakistan803,940
2.032%10,734
7.Nigeria923,768
2.593%13,283
8.Bangladesh144,000
1.177%5,252
9.Russian Federation17,075,200
-0.045%-178
10.Mexico1,972,5501.237%4,358






permasalahan kependudukan di indonesia salah satu yang harus dihadapi di setiap negara,bukan tidak mungkin angka kelahiran di setiap tahunnya akan terus meningkat,dan pemerintah pun  akan kesulitan untuk mensejahterakan rakyat karena dari tahun ke tahun jumlah penduduk indonesia terus meningkat dan anggaran untuk membantu masyarakat menengah kebawah juga ikut meningkat.kebutuhan pokok semakin lama semakin menipis dan lowongan pekerjaan yang terbatas.
Adapun masalah-masalah kependudukan yang dialami oleh Indonesia antara lain:

 1. Besarnya Jumlah Penduduk (Over Population) Telah disebutkan sebelumnya di awal bahwa jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia.
Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.

 2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk Terkait dengan jumlah penduduk yang tinggi tentunya terdapat faktor yang mempengaruhinya. Salah satunya adalah tingkat atau laju pertumbuhan penduduk. Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat.
Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasarana, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KBdan kini ditangani oleh BKKBN.

 3. Persebaran Penduduk Tidak Merata Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Berdasarkan sensus penduduk dan survey penduduk, persebaran penduduk Indonesia antar provinsi yang satu dengan provinsi yang lain tidak merata.
Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.

Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
http://www.geohive.com/earth/population_now.aspx
https://intansaf.wordpress.com/2013/09/26/permasalahan-kependudukan-di-indonesia/
Pengaruh Teknologi Terhadap Lingkungan

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.

Teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangkut permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.

1. Dampak Positif

Beberapa kemajuan teknologi yang diciptakan manusia dapat membawa akibat yang baik bagi manusia dan lingkungannya. Dampak perkembangan teknologi terhadap lingkungan antara lain :


  • Manfaat kemajuan teknologi di bidang komunikasi.
Setelah kita mempunyai satelit palapa hubungan komunikasi antara wilayah di negara kita atau ke negara lain dapat dicapai dengan mudah dan cepat. Sehingga bila terjadi suatu musibah kita akan dapat dengan segera untuk mencari jalan untuk mengatasinya.

  • Dampak positif dari kemajuan teknologi di bidang kedokteran / kesehatan.
Dapat mengurangi korban jiwa yang diakibatkan oleh faktor-faktor fisik / biologis.
Misalnya: Pencangkokan jantung/mata, pengobatan kanker dengan radiasi dan lain-lain.

  • Manfaat kemajuan teknologi di bidang industri.
Dengan ditemukannya mesin-mesin yang dapat membantu suatu proses.
Misalnya: mesin pemintal, mesin penghancur bahan-baiian bangunan dan lain-lain.

  • Keuntungan kemajuan teknologi di bidang pertanian/peternakan.
Ditemukannya pupuk, obat-obatan pembasmi hama, bibit-bibit unggul, alat-alat mekanisasi pertanian/pengolahan tanah dan lain sebagainya.


2. Dampak Negatif

Berikut ini adalah contoh akibat buruk dari kemajuan teknologi umumnya dapat merusak lingkungan, seperti :
  • Polusi tanah
Yang diakibatkan oleh pemakaian insektisida, pestisida, herbisida dan fungisida yang berlebihan. Akibatnya dapat merusak proses perombakan biologis lapisan tanah.
  • Polusi udara
Pengotoran udara oleh partikel-partikel gas; SO2, CO2, CO, dan belerang yang merupakan sisa dari hasil industri.
  • Polusi air
Air sungai menjadi tercemar karena/akibat buangan hasil industri dalam bentuk senyawa kimia yang membahayakan susunan ideal air yang sehat bagi organisme. (Pernah terjadi di kota Bandung Sungai Cikapundung).
  • Polusi suara
Dengan adanya kebisingan-kebisingan yang ditimbulkan oleh bunyi-bunyi mesin pabrik/bunyi kendaraan bermotor dapat memekakkan telinga.

Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi
http://www.materibiologi.com/keuntungan-kemajuan-teknologi-bagi-lingkungan/
http://www.materibiologi.com/dampak-negatif-perkembangan-teknologi-terhadap-lingkungan/

Nyadran


1. Pengertian

Nyadran berasal dari bahasa Sansekerta, Sraddha yang artinya keyakinan. Secara sederhana Nyadran adalah kegiatan bersih makam yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Jawa yang umumnya tinggal di pedesaan. Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban.


2. Pelaksanaan

Nyadran merupakan salah satu tradisi dalam menyambur datangnya bulan Ramadhan. Kegiatan yang biasa dilakukan saat Nyadran atau Ruwahan adalah:
  • Menyelenggarakan kenduri, dengan pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, dan doa, kemudian ditutup dengan makan bersama.
  • Melakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan.
  • Melakukan upacara ziarah kubur, dengan berdoa kepada roh yang telah meninggal di area makam.
Nyadran biasanya dilaksanakan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya'ban. Dalam ziarah kubur, biasanya peziarah membawa bunga, terutama bunga telasih. Bunga telasih digunakan sebagai lambang adanay hubungan yang akrab antara peziarah dengan arwah yang diziarahi. Para masyarakat yang mengikuti Nyadran biasnya berdoa untuk kakek-nenek, bapak-ibu, serta saudara-saudari mereka yang telah meninggal. Seusai berdoa, masyarakat menggelar kenduri atau makan bersama di sepanjang jalan yang telah digelari tikar dan daun pisang. Tiap keluarga yang mengikuti kenduri harus membawa makanan sendiri. Makanan yang dibawa harus berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur dengan lauk rempah, prekedel, tempe dan tahu bacem, dan lain sebagainya.


3. Sejarah

Nyadran berasal dari tradisi Hindu-Budha. Sejak abad ke-15 para Walisongo menggabungkan tradisi tersebut dengan dakwahnya, agar agama Islam dapat dengan mudah diterima. Pada awalnya para wali berusaha meluruskan kepercayaan yang ada pada masyarakat Jawa saat itu tentang pemujaan roh yang dalam agam Islam dinilai musrik. Agar tidak berbenturan dengan tradisi Jawa saat itu, maka para wali tidak menghapuskan adat tersebut, melainkan menyelasraskan dan mengisinya dengan ajaran Islam, yaitu dengan pembacaan ayat Al-Quran, tahlil, dan doa. Nyadran dipahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur dengan sesama manusia dan dengan Tuhan.


Referensi :
https://id.wikipedia.org/wiki/Nyadran
http://www.kratonpedia.com/article-detail/2012/2/9/239/Nyadran,.Persembahan.Rasa.Sayang.Dan.Kesetiaan.%281%29.html
Newer Posts Older Posts Home

Copyright © 2016 Aristo Aldero. Created by OddThemes & VineThemes