PT. Indosiar Visual Mandiri awalnya didirikan dan dikuasai oleh Grup Salim dan Agung Laksono melalui PT. Indosiar Karya Media Tbk ( waktu itu bernama PT. Indonusa Karya Media) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).
Pada 30 Juni 2001, Grup Salim mengambil alih sebagian saham PT. Indonusa Karya Media dari Agung Laksono dan mengubah namanya menjadi PT. Indosiar Karya Media Tbk. Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT. Indosiar Karya Media Tbk dibeli oleh PT. Elang Mahkota Teknologi Tbk, pemilik SCTV, menjadikan kedua stasiun televisi berada dalam satu pengendalian.
PT. Indosiar Visual Mandiri adalah stasiun televisi swasta ke-5 yang ada di Indonesia. PT. Indosiar Visual Mandiri atau yang lebih dikenal dengan Indosiar berhasil mendapatkan izin operasional dari pemerintah pada tanggal 19 Juli 1991 berdasarkan pada akta perseroan terbatas No. 165 yang didirikan di Indonesia setelah RCTI, SCTV, TPI dan Anteve.
Perseroan memiliki berbagai jenis program ditinjau dari
sumber perolehannya, yaitu program in-house yang meliputi program
drama, non drama, news (berita) dan program outhouse. Perseroan menghasilkan program yangbersifat serial dan film televisi yang
kebanaykan ditujukan untuk kelompok pemirsa remaja. Program non drama i-house memperoduksi aneka jenis program yang dapat
menghibur berbagai kelompok pemirsa seperti program anak, tv
magazine, kuis/game show, variety show, sport, infotainment,
talkshow, dan lain-lain. Sementara program news dihadirkan untuk
memenuhi kebutuhan pemirsa akan informasi aktual dan edukatif.
Karyawan Indosiar berjumlah 1500 orang. Sumber daya
manusia sebagai pendukung utama oprasional perusahaan. Perusahaan
membuka kesempatan bagi karyawan untuk mengikuti pendidikan
pelatihan dan pengembangan formal, maupun non formal, meliputi
wilayah oprasional dan teknis, kepemimpinan, manajerial, dan
keterampilan interpersonal.
sumber: